Kampus Beasiswa – Kampus Wirausaha

“Memberi Solusi – Bukan Ilusi”

Hasil UAN 2007 dan Pebisnis

Ujian Akhir Nasional adalah isu hangat dewasa ini. Bagi peserta didik, UAN merupakan momok bagi kehidupannya. Para orang tua pun tidak kalah stres dibandingkan anaknya sendiri. Sulit dibayangkan cibiran rekan, tetangga, saudara ketika anaknya dinyatakan tidak lulus UAN. Manajemen sekolah, guru dan jajarannya merasa seakan-akan dunia akan runtuh, ketika semua anak didiknya dinyatakan gagal lulus UAN. Oleh karenanya kita dengar bersama telah terjadi di berbagai pelosok negeri beberapa manajemen sekolah kompak untuk “mensukseskan UAN” dengan cara yang inovatif sekaligus menampar kewibawaan profesi guru. Seperti kasus yang terjadi di Medan, Komunitas Air Mata Guru di Medan, benar-benar menangis dan memprotes semua kebohongan dan kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional SMP dan SMA yang justru dilakukan oleh para pendidik. Mereka menyaksikan bagaimana para sejawat membuat kunci jawaban dan memberikan kepada peserta ujian agar mereka lulus ujian nasional. Guru hadir ditengah-tengah masyarakat seharusnya bukan untuk membantu menjawab soal UAN bagi anak didiknya demi nama baik sekolah. Sesungguhnya Guru adalah profesi mulia dan berada pada garda terdepan dalam membentuk SDM yang berdaya saing tinggi dan mandiri. Dan Saya yakin, jauh lebih banyak guru-guru yang patut dibanggakan daripada yang bermasalah. Di kesempatan lain, kita mendengar bahwa para petinggi Depdiknas pun tidak kalah tegangnya dengan DPR selaku wakil rakyat. Ketidak setujuan para wakil rakyat tentang UAN, direspon negatif oleh pemerintah dengan argumentasi pentingnya peningkatan kualitas lulusan bagi peningkatan daya saing bangsa. Itulah fenomena kehidupan. Makna dari sebuah kata “Ujian”, yang sebenarnya merupakan salah satu faktor keberhasilan dari proses pembelajaran. Kemudian melebar kemana-mana. Ujian adalah suatu upaya untuk menilai pengetahuan dan kemampuan peserta ujian. Nilai ujian pada nantinya tidak sekedar ukuran kapasitas peserta, tetapi juga sebagai evaluasi proses belajar mengajar. Dalam dunia bisnis, ujian adalah sebuah tantangan yang dapat mengagalkan pendapatan, keuntungan, atau bahkan membuat sebuah bisnis bangkrut. Tetapi sebaliknya ujian yang dapat dijawab dengan baik oleh pebisnis, maka bisnis tersebut menjadi ladang keuntungan, bisnispun tumbuh dan berkembang. Semakin mampu menjawab ujian bisnis, maka pebisnis itu menjadi semakin kuat dan matang, sehingga langkah bisnis semakin menantang dan pebisnispun manjadi Super Pebisnis yang patut diperhitungkan oleh kawan maupun lawan bisnis. Mudah-mudahan hal ini merupakan gejala positif dan pelajaran berarti demi kemajuan kita semua menuju Indonesia jaya dan mandiri. Ayo, Indonesia Bangkit!Ujian Akhir Nasional adalah isu hangat dewasa ini. Bagi peserta didik, UAN merupakan momok bagi kehidupannya. Para orang tua pun tidak kalah stres dibandingkan anaknya sendiri. Sulit dibayangkan cibiran rekan, tetangga, saudara ketika anaknya dinyatakan tidak lulus UAN. Manajemen sekolah, guru dan jajarannya merasa seakan-akan dunia akan runtuh, ketika semua anak didiknya dinyatakan gagal lulus UAN. Oleh karenanya kita dengar bersama telah terjadi di berbagai pelosok negeri beberapa manajemen sekolah kompak untuk “mensukseskan UAN” dengan cara yang inovatif sekaligus menampar kewibawaan profesi guru. Seperti kasus yang terjadi di Medan, Komunitas Air Mata Guru di Medan, benar-benar menangis dan memprotes semua kebohongan dan kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional SMP dan SMA yang justru dilakukan oleh para pendidik. Mereka menyaksikan bagaimana para sejawat membuat kunci jawaban dan memberikan kepada peserta ujian agar mereka lulus ujian nasional. Guru hadir ditengah-tengah masyarakat seharusnya bukan untuk membantu menjawab soal UAN bagi anak didiknya demi nama baik sekolah. Sesungguhnya Guru adalah profesi mulia dan berada pada garda terdepan dalam membentuk SDM yang berdaya saing tinggi dan mandiri. Dan Saya yakin, jauh lebih banyak guru-guru yang patut dibanggakan daripada yang bermasalah. Di kesempatan lain, kita mendengar bahwa para petinggi Depdiknas pun tidak kalah tegangnya dengan DPR selaku wakil rakyat. Ketidak setujuan para wakil rakyat tentang UAN, direspon negatif oleh pemerintah dengan argumentasi pentingnya peningkatan kualitas lulusan bagi peningkatan daya saing bangsa. Itulah fenomena kehidupan. Makna dari sebuah kata “Ujian”, yang sebenarnya merupakan salah satu faktor keberhasilan dari proses pembelajaran. Kemudian melebar kemana-mana. Ujian adalah suatu upaya untuk menilai pengetahuan dan kemampuan peserta ujian. Nilai ujian pada nantinya tidak sekedar ukuran kapasitas peserta, tetapi juga sebagai evaluasi proses belajar mengajar. Dalam dunia bisnis, ujian adalah sebuah tantangan yang dapat mengagalkan pendapatan, keuntungan, atau bahkan membuat sebuah bisnis bangkrut. Tetapi sebaliknya ujian yang dapat dijawab dengan baik oleh pebisnis, maka bisnis tersebut menjadi ladang keuntungan, bisnispun tumbuh dan berkembang. Semakin mampu menjawab ujian bisnis, maka pebisnis itu menjadi semakin kuat dan matang, sehingga langkah bisnis semakin menantang dan pebisnispun manjadi Super Pebisnis yang patut diperhitungkan oleh kawan maupun lawan bisnis. Mudah-mudahan hal ini merupakan gejala positif dan pelajaran berarti demi kemajuan kita semua menuju Indonesia jaya dan mandiri. Ayo, Indonesia Bangkit

Iklan

About Iwan Darmawansyah

Megelola Kampus Beasiswa - Kampus Wirausaha "STIE TUNAS NUSANTARA"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 21, 2007 by in BEASISWA News, INFO AKADEMIK, Info Masyarakat.
%d blogger menyukai ini: